Tempat Prostitusi berkedok Karaoke di grebek satreskrim Polres Blitar

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polres Blitar Cyber News- Blitar – Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, Andik Widodo alias pemilik Rahayu Karaoke ditetapkan sebagai tersangka. Andik (60) warga Kaliwungu, Ngunut, Kabupaten Tulungagung diduga mempermudah terjadinya tindakan asusila.

Dihadapan awak media, Andik mengaku bisnis karaoke dan penginapan itu sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Untuk penginapan, ada dua jenis tarif yang ditetapkan oleh Andik.

“Kalau menginap seratus (ribu rupiah), kalau tidak ya tujuh puluh ribu,” ungkap Andik, Selasa (17/12/2019).

Kata Andik, uang tujuh puluh ribu untuk sewa kamar tersebut dibagi menjadi dua bagian. Lima puluh ribu untuk LC, sedangkan dua puluh ribu untuk owner.

“Uang dua puluh ribu rupiah itu ya untuk keperluan anak-anak. Misalnya sakit atau untuk makan,” tuturnya.

Andik tak mau tahu bagaimana proses untuk LC-nya membuat kesepakatan untuk menginap termasuk besaran tarif untuk esek-esek. Yang ia tahu hanya tarif untuk sewa kamar.

“Untuk BO (Booking Order) tergantung anak-anak itu (LC),” sahutnya.

Ada lima kamar yang disewakan di Rahayu Karaoke. Saat penggrebekan berlangsung, tiga kamar dalam kondisi tersewa. Selain itu terdapat hall karaoke serta empat room dengan luas sekitar 2,5×4 meter.

Dari hasil penyelidikan Polres Blitar, Andik dijerat pasal Pasal 296 KUHP tentang perbuatan memudahkan tindakan asusila.

“Ini masih dalam tahap penyidikan oleh Satreskrim. Kita belum tahu apakah ada pengembangan atau tidak. Tetapi kami akan tetap melakukan upaya untuk menciptakan kondisi di Kabupaten Blitar yang kondusif,” terang Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto.

Polres Blitar Cyber News

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer