BPJS Tawarkan Santunan Rp 50,8 Juta bagi Petugas Pilkada 2020 yang Meninggal Dunia

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN – Kepala Badan Pemberi Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Semarang, Budi Santoso, menawarkan santunanduka cita bagi petugas adhocKomisi Pemilihan Umum (KPU) jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Besaran santunan duka cita tersebut ialah Rp 50,8 juta bagi anggota yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja dan Rp 20 juta yang meninggal dunia secara wajar namun dalam tempo pembayaran premi.

“Pembayaran premi hanya Rp 16,8 ribu selama dua bulan dalam proses pelaksanaan Pilkada,” ujarnya pada Tribun Jateng, Selasa (30/7/2019) siang.

Selain pemberian santunan duka cita, ada pula jaminan perawatan dan pengobatan kelas 1 bagi anggota adhoc KPU yang mendaftar BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Maskup Mutarlih, Ketua KPU Kabupaten Semarang menyatakan terdapat tiga orang yang meninggal dunia dan 15 orang yang dirawat di rumah sakit karena sakit dan kecelakaan saat pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Terkait hal tersebut, kami sudah menyampaikan dan perintah dari KPU RI bahwa yang meninggal maupun dirawat diusulkan untuk mendapatkan santunan dan saat ini sedang dalam proses,” ujarnya.

Saat ini baru satu dari tiga keluarga anggota adhoc yang mendapatkan santunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni Nasokha dari Gondoriyo, Kecamatan Bergas.

Sisanya telah ia ajukan dan usulkan untuk mendapatkan santunan.

Sementara terkait adanya jaminan sosial bagi badan adhoc, pihaknya khawatir justru akan memberatkan karena potongan dalam nominal sekian ribu tiap bulannya.

Pasalnya, skema pembayaran mereka dilakukan sekali dan untuk pemotongan premi dilakukan setiap bulan.

“Meski demikian ini bisa menjadi usulan bagi KPU RI terkait jaminan sosial bagi penyelenggara pemilu, khususnya badan adhoc,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Sekjen KPU RI Arif Rahman Hakim, berdasarkan Surat Menteri Keuangan (Menkeu), besaran santunan kecelakaan kerja penyelenggara adhoc Pemilu 2019 bagi yang meninggal dunia sebesar Rp 36 juta per orang, cacat permanen sebesar Rp 30,8 juta per orang, luka berat sebesar Rp 16,5 juta per orang, dan luka sedang sebesar Rp 8,25 juta per orang.(arh) ( TribunJateng)
Polresta Surakarta Cyber News

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Site Footer