Malu Label Miskin, Ratusan KPM Pilih Mundur

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News

TEGAL, suaramerdeka.com – Lantaran malu dapat label miskin, ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, memilih mundur. Sedikitnya 300 keluarga mengundurkan diri dari program tersebut.

“Rumahnya sudah bagus-bagus, sudah mampu, sehingga malu kalau dinyatakan miskin,” kata Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Lebaksiu, Heri Budianto, baru-baru ini.

Agaknya program pemasangan stiker ini mampu mengurangi ketidaktepatan bantuan tersebut.

Label itu bertuliskan, “Keluarga Miskin atau Sangat Miskin Penerima Bantuan BPPNT-PKH. Yaa Allah sejahterakanlah saudara kami yang miskin ini. Tapi apabila mereka berpura-pura miskin Maka Azabmu sangatlah Pedih”.

Dengan terpampangnya label tulisan itu, para penerima BPNT-PKH mengaku malu jika disebut sebagai penduduk miskin.

Pihaknya sebelumnya telah melakukan sosialisasi mengenai wacana penyemprotan label “Keluarga Miskin” di dinding depan rumah penerima bantuan PKH.

“Proses labelisasi kami jalankan pada 1-5 Juli 2019. Saat ini masih berjalan penyemprotan di tiga desa lagi,” terangnya.

Mereka yang malu dilabeli keluarga miskin berasal dari 12 desa di Kecamatan Lebaksiu. Di Kecamatan Lebaksiu ada 3.558 KPM. Meski berkurang 300 KPM, dia menyebut penyemprotan label di rumah penerima program itu tetap bertambah.

“Jika ingin keluar dari PKH karena malu, penerima manfaat harus mundur atas kemauan sendiri. Bisa juga dikeluarkan dari daftar penerima melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musydes),” tegasnya. (Suara Merdeka)

Polresta Surakarta Cyber News

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Site Footer