Kapolresta Surakarta Klarifikasi Video Viral Polisi Bagi-bagi Sembako di Pasar Gede Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kapolresta Surakarta Klarifikasi Video Viral Polisi Bagi-bagi Sembako di Pasar Gede

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News -KOMPAS.com – Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo angkat suara mengklarifikasi video viral yang beredar di masyarakat soal polisi membagikan sembako di Pasar Gede Solo, seolah-olah polisi tidak netral di Pemilu 2019. Terkait hal tersebut, Ribut menegaskan jika polisi netral dan tidak memihak terhadap pasangan capres dan cawapres tertentu pada Pemilu 2019. Ribu menjelaskan, video pembagian sembako diunggah akun Instagram @sekilasinfo itu merupakan peristiwa yang terjadi pada 28 Juni 2017. Dalam video itu terlihat beberapa polisi ikut membantu membagikan sembako.

Pada tahun 2017 tanggal 28 Juni saya masih ingat ada pembagian sembako di Solo. Dan setiap ada kegiatan sosial polisi wajib hadir untuk mengamankan. Kami mengamankan kegiatan masyarakat, siapapun masyarakat yang akan melakukan kegiatan sosial pembagian sembako, dan lain-lain kita pasti amankan,” terang Ribut di Solo, Jawa Tengah, Senin (15/4/2019). Ribut menjelaskan, dirinya pernah memberikan klarifikasi terkait beredarnya video tersebut pada 2017 dan 2018. Bahkan, dirinya pun meminta masyarakat untuk mencari tautan berita klarifikasi tentang kegiatan pembagian sembako tersebut di internet pada kisaran tahun 2017 dan 2018. “Dan sekarang menjelang Pemilu video tersebut diviralkan kembali. Seolah-olah polisi mendukung salah satu pasangan calon,” katanya., beredarnya kembali video pembagian sembako menjelang Pemilu 2019 tersebut sangat merugikan kepolisian. “Jadi, kami berharap masyarakat untuk tidak mudah termakan hoaks dan setiap saat melakukan klarifikasi atas beredarnya video-video yang digunakan untuk kepentingan-kepentingan politik di tahun 2019. Lebih jauh, Polresta Surakarta akan mengusut secara tuntas terhadap penyebar video tersebut di media sosial. Sebab, video tersebut telah merugikan kepolisian. “Kami tegaskan kembali bawah Polri tetap netral,” terangnya. Kompas.com mencoba menelusuri laman akun Instagram @sekilasinfo. Namun sepertinya video yang dimaksud sudah dihapus. Video ini sendiri diunggah pada 3 April 2019 dan viral semenjak itu.
Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani
Editor : Aprillia Ika

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer