Daftar G Marak, 11 Pecandu Jalani Rehabilitasi

Support by: Polda Jateng Cyber Team

jurnalterkini.com — Polres Wonogiri Polda Jateng, Polisi kembali ungkap peredaran obat daftar G  di Wonogiri. Disisi lain, belasan pecandu narkoba menjalani rawat jalan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Dari informasi yang dihimpun di Polres Wonogiri, Rabu (27/3) sekitar pukul 14.00 jajaran Sat Narkoba Polres Wonogiri mengamankan Harsono, 35 di rumahnya Lingkungan Dongol RT1 RW1 Kelurahan Sedayu Kecamatan Slogohimo. Penangkapan HS bermula dari ada seorang pengendara sepeda motor yang terjatuh.Setelah ditolong, ternyata pemotor itu bau alkohol. Lalu oleh anggota dilakukan penggeledahan badan dan didapati tiga butir pil warna putih bersimbol “LL” disaku celananya.

“Setelah diinterogasi mengakui memiliki obat daftar G tersebut dengan cara membeli dari Harsono yang berdomisili di kecamatan setempat.Lalu, tim bergerak melakukan penangkapan terhadap Harsono yang pada saat itu berada dirumahnya,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Paur Subbag Humas AIPDA Iwan Sumarsono, Jumat (29/3).

Kemudian, saat dilakukan penggeledahan dirumah pelaku, tim menemukan satu buah kantong plastik berisi obat daftar G warna putih bersimbol huruf LL sebanyak 448 butir, tiga plastik klip masing-masing berisi 10 butir,uang tunai Rp 20 ribu dan 56 buah plastik klip. Bukan berhenti disitu, polisi masih mengembangkan penangkapan itu, melalui serangkaian interograsi, Harsono menyebut bahwa dirinya juga mendapatkan obat itu dari temannya.

“berdasarkan hasil Introgasi dari  Harsono obat daftar G warna putih bersimbul huruf “LL” didapat dari Joko Ribut, 37 warga Jl Gusti Ngurah Rai GG 8 N RT 03 RW 01 Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulung Agung, Kabupaten Tulung Agung Provinsi Jawa Timur tapi berdomisili di Dusun Gunan RT 04 RW 02 Kelurahan Gunan, Kecamatan Slogohimo,” ujarnya.

Sat Narkoba dibawah pimpinan AKP Suharjo lalu melakukan penangkapan terhadap Joko Ribut, pada hari itu juga. Dari tangan Joko Ribut, Sat Narkoba menyita uang Rp 550 ribu yang merupakan hasil dari penjualan obat daftar G tersebut.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Wonogiri untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Terpisah, Dokter Jiwa dari RSUD dr Soediran Mangun Soemarso Wonogiri dr. Romy Novrizal SpKJ, M.Kes mengatakan bahwa RSUD dr Soediran Mangun Soemarso Wonogiri saat ini ada 11 pecandu Narkoba asal Wonogiri yang menjalani rawat jalan. Kondisi mereka disertai penyakit lain sehingga harus menjalani perawatan.

“Sebelas orang itu disertai penyakit lain, yakni penyakit kejiwaan, seperti emosinan dan lainnya,” kata Romy, kemarin.

Menurut Romy, RSUD dr Soediran Mangun Sumarso juga ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk rehabilitasi bagi wilayah Pacitan dan Ponorogo. Hanya saja, saat ini masih menyiapkan proses MoU dengan BNNP Jateng.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Dr. Adhi Dharma menambahkan, saat ini ditengarai beberapa “toko obat” memperjual belikan obat keras atau obat yang masuk daftar G. Dimana saat ini sedang dan sudah  dilakukan pengawasan dan pembinaan baik oleh BPOM Loka Surakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

“Beberapa apotik juga ada yang masih perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan terkait tata kelola penyimpanan obat serta tata kelola penyerahan obat baik kepada pasien secara langsung maupun kepada Profesi Kesehatan yang berhak dan mempunyai kompetensi untuk peresepan dan pemberian obat obatan, utamanya obat keras,” terang Adhi.

Dinkes Wonogiri saat ini menindaklanjuti hasil Rekomendasi dari pengawasan BPOM Loka Surakarta. Dinkes Wonogiri juga sudah mendapatkan laporan dari masyarakat dan juga bukti, bahwa beberapa obat keras yang berlogo “K” diperdagangkan di Toko Obat. Hanya saja, Adhi masih enggan menyebut jumlah toko obat yang ditengarai bermasalah itu.

“Sudah ada yang kami beri surat panggilan untuk mendapatkan pembinaan di Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

Ditambahkan Adhi, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Polres Wonogiri, apabila ada laporan masuk, dalam rangka pengawasan peredaran obat keras, utamanya yang masuk dalam golongan Narkotika dan Psikotropika.

 

Sumber : tribratanews.wonogiri.jateng.polri.go.id

Editor : iones login by polda jateng

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer