Milad Ke-4 Pengajian Rutin Ahad Pagi Karanganyar Gandeng GSS Gelar Baksos

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News

Seribuan orang menghadiri milad ke-4 Pengajian Rutin Ahad Pagi di Kantor Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar, Minggu (10/3/2019). Pengajian Rutin Ahad Pagi membawa misi menyehatkan rohani sekaligus menyatukan masyarakat.

Mereka berduyun-duyun memadati aula kelurahan dan halaman kantor kelurahan. Pengajian Ahad Pagi rutin dilaksanakan. Tetapi pengajian Minggu pagi pekan lalu itu menjadi momen istimewa bagi kelompok pengajian yang mulai aktif 15 Maret 2015.

“Milad ke-4 Pengajian Rutin Ahad Pagi. Rata-rata yang datang warga Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya. Biasanya jemaah yang datang 600 orang. Ini mencapai 1.000 orang. Istimewanya ada doorprize dan bakti sosial pemeriksaan gratis,” kata Sekretaris Pengajian Rutin Ahad Pagi, Suparno, saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela acara.

Doorprize dibeli dari infak yang dikumpulkan saat pengajian maupun sumbangan donatur. Doorprize berupa barang elektronik, peralatan rumah tangga, sembako, dan lain-lain. Suparno menceritakan bakti sosial menggandeng perkumpulan Gerakan Sedekah Sehat (GSS) dari Surabaya.

Mereka adalah dokter, perawat, paramedis, bidan, dan lain-lain dari RSUD Bhakti Dharma Husaha Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surabaya. “Bakti sosial pemeriksaan dan pengobatan gratis berupa medical checkup, gula darah, asam urat, kolesterol, suntik vitamin, pemeriksaan payudara klinis [sadanis], dan penyuluhan kesehatan. GSS juga memberikan 70 paket sembako untuk jemaah yang membutuhkan,” tutur dia.

Sebelumnya, mereka sudah membagikan 100 paket beras untuk kaum duafa pada Februari lalu. Setiap orang menerima beras lima kilogram. Bantuan tersebut dari infaq pengajian. Suparno menceritakan jumlah jemaah yang bergabung dengan pengajian bertambah setiap tahun dari 550-an orang pada tahun pertama menjadi 950-an orang pada tahun ketiga.

Ketua Pengajian Rutin Ahad Pagi, Sumarno, menyampaikan prinsip pengajian dari jemaah, oleh jemaah, untuk jemaah. Selain itu pengajian tidak mengenal sekat maupun atribut tertentu dan netral atau tidak bernuansa politik.

“Sifatnya umum, prioritas ukhuwah islamiah. Fokus menyehatkan rohani dan mendukung program Pemkab Karanganyar mewujudkan Karanganyar bertakwa. Ini mewadahi jemaah yang tidak bisa ikut pengajian di Karanganyar kota. Makanya rata-rata jemaah sudah lanjut usia,” tutur dia.

Sumarno memastikan pengajian tidak ditumpangi kepentingan politik maupun hal lain. Pengurus pengajian rutin mengevaluasi ustaz yang hadir maupun acara. Selain itu, mereka mengingatkan ustaz sebelum naik podium untuk menggunakan bahasa umum dan materi netral.

Pekan lalu, seribuan orang jemaah menerima materi tentang penderita diabetes melitus saat puasa Ramadan. Ceramah disampaikan oleh perwakilan GSS Surabaya, Winarto.

“Sebelum puasa harus konsultasi dengan dokter minimal satu atau dua bulan sebelum puasa Ramadan. Pasien diabetes melitus berisiko kekurangan gula saat puasa karena tetap minum obat tetapi kurang makan atau kadar gula naik karena banyak makan saat malam. Prinsipnya menjaga makanan dan diimbangi olahraga,” ujar dia.

Salah seorang jemaah Pengajian Rutin Ahad Pagi, Warsi, 50, warga Kampung Pojok, Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar, mengaku rutin ikut pengajian. Sebelumnya dia mengikuti pengajian di Jaten.

Tetapi pindah ke Pengajian Rutin Ahad Pagi di Kantor Kelurahan Popongan karena lebih dekat. “Temanya macam-macam. Semua permasalahan di lingkungan. Ustaz yang mengisi juga ganti-ganti. Ya untuk menambah siraman rohani, tambah ilmu agama, tambah kenalan juga. Sudah usia segini itu perlu menambah ilmu agama untuk bekal akhirat. Mumpung ada pengajian dekat dari rumah,” tutur perempuan yang datang bersama suami, Sulardi, saat berbincang dengan Solopos.com.

Polresta Surakarta Cyber News

Sumber : solopos

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer