Punya Usaha Omzet Rp 10 Juta per Tahun, Apakah Juga Wajib Bayar Pajak?

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polresta Surakarta Cyber News, Jakarta – Saya sebagai pelaku usaha UMKM dengan omzet di bawah Rp 10 juta per tahun. Yang saya tanyakan, apakah diwajibkan membayar pajak? Apakah sebagai pelaku usaha terdapat penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sama seperti pegawai?

Jawaban

Yth Saudari Yolanda Willing,

Penghasilan Saudari sebesar Rp 10.000.000 per tahun tersebut berasal dari usaha maka akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,5 persen dari jumlah peredaran bruto sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 (PP 23/2018).

Yang termasuk pengertian Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu dalam PP ini adalah Wajib Pajak yang menerima penghasilan dari usaha yang jumlah peredaran brutonya dalam satu Tahun Pajak tidak melebihi Rp 4,8 miliar.

Agar dapat dikenai PPh sesuai PP 23/2018 ini, Wajib Pajak harus mengajukan permohonan Surat Keterangan kepada Direktur Jenderal Pajak dengan menggunakan “Contoh Permohonan Surat Keterangan” sebagaimana diatur dalam Bagian B Lampiran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 99/PMK.03/2018.

Apabila Saudara memilih untuk dikenai PPh sesuai PP 23/2018, PPh yang harus dibayar adalah atas peredaran bruto (nilai penjualan) per bulan yang Saudari peroleh.

Sebagai contoh pada Maret 2019 Penghasilan Saudari Rp 835.000 maka PPh yang harus dibayar adalah sebesar Rp 4.175 (0,5% x Rp 835.000). Jumlah tersebut harus dilunasi dengan cara penyetoran sendiri oleh Wajib Pajak ke kas negara melalui Bank Persepsi dan Kantor Pos & Giro yang telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

Penyetoran sendiri PPh ini dilakukan setiap bulan paling lama tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Kode jenis setoran yang digunakan pada saat membuat e-billing adalah 411128-420.

Apabila Saudara memilih untuk tidak dikenai PPh sesuai PP 23/2018,maka PPh nya dihitung sesuai dengan Ketentuan Umum Pajak Penghasilan sebagai berikut :

-Omset UMKM setahun =10.000.000

-Asumsi :

Biaya untuk Mendapatkan, Menagih, dan Memelihara Penghasilan = ( 3.000.000)

-Penghasilan Neto = 7.000.000

-Status PTKP (TK/0) = (54.000.000)

-Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Nihil

-PPh dibayarkan ke negara = Nihil

Untuk dapat menghitung PPh dari penghasilan neto, Saudara berkewajiban untuk menyelenggarakan pembukuan.

Demikian penjelasan dari kami. Semoga bermanfaat.

Salam,

Polresta Surakarta Cyber News
Sumber : Liputan6.com

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer