Takut Dimarahi, Teman Dani Tak Berani Cerita Korban Jatuh di Curug

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polres Tegal Kota Cyber News – Duka masih mendalam dirasakan keluarga Muhammad Dani Alkholiq, bocah delapan tahun yang tewas setelah terjatuh dan hanyut di Curug Luhur Desa Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal, Kamis (7/2) sore. Mereka sebelumnya tak mengira siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tuwel itu jatuh di Curug Luhur.

Orangtua Dani, Bambang Suratman dan Susmiyati terlihat hanya bisa terduduk lemas di rumahnya di RT 04 RW 02 Desa Tuwel saat jenazah sang anak akan dimakamkan, Jumat (8/2) siang, kemarin. Raut kesedihan menggelayut di wajah keduanya ketika ditemui sejumlah tetangga mereka yang berdatangan untuk melayat.

Muasik, salah satu kerabat Suratman dan Susmiyati, menuturkan, Dani keluar rumah untuk bermain ke rumah temannya, Kamis (7/2) sore sekira pukul 15.00 WIB. “Pulang dari sekolah naruh tas. Setelah itu pergi bermain ke rumah temannya. Tidak bilang mau main ke curug. Kalau bilang pasti tidak boleh, apalagi kondisi curug sedang deras arusnya,” kata Muasik saat ditemui radartegal.com di rumah duka.

Tanpa sepengetahuan orangtuanya dan keluarga yang lain, ternyata Dani pergi ke Curug Luhur bersama empat teman satu sekolahnya. Nahas, saat berada di curug yang juga dibuka sebagai tempat wisata itu, Dani terpeleset jatuh ke curug lalu hanyut terbawa arus.

“Kata temannya, kepleset terus kebawa arus. Selain teman-temannya yang pergi berlima ke sana, tidak ada yang lihat. Ada orang mancing, tapi lokasinya jauh,” kata Muasik.

Menurut Muasik, awalnya keluarga tak mengetahui Dani jatuh di curug karena keempat temannya yang pergi bersama ke curug tak langsung memberitahu kejadian nahas yang dialami Dani. Sehingga saat bungsu dari empat bersaudara itu tak kunjung pulang ke rumah, keluarga tak bergegas mencarinya ke curug. Mereka diliputi kebingungan.

“Pas maghrib sudah mulai nyari-nyari. Tapi saat itu masih simpang-siur. Tidak tahu hilangnya di mana. Temannya yang pulang dari curug tidak cerita kalau Dani jatuh di curug. Jam 10 malam baru cerita setelah didedes (didesak-desak). Katanya takut,” ungkapnya.

Setelah dipastikan Dani jatuh di curug dan terbawa arus, upaya pencarian pun langsung dilakukan di kawasan yang berjarak sekira dua kilometer dari rumah orangtua Dani itu. Namun pencarian baru membuahkan hasil pada Jumat (8/2) sekira pukul 10.00 WIB.

“Pencarian sudah sejak tadi malam setelah sudah pasti Dani jatuh di curug. Tapi baru ditemukan hari ini (Jumat),” ujar Muasik. (far/zul)

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Site Footer