Fokuskan Sembilan Industri Prioritas di Kota Tegal

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Polres Tegal Kota Cyber News – Polda Jateng – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Tegal bersama Dinas Tenaga Kerja Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal dan Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (Bappeda) Kota Tegal membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri Kota Tegal 2019-2038.

Dalam pembahasan, dipaparkan sembilan industri prioritas Kota Tegal dan jenis industri berdasarkan klasifikasi baku lapangan usaha indonesia (KBLI) 2015. Industri prioritas yang pertama adalah industri makanan berjenis pengolahan, pengawetan, dan produk ikan yang berlokasi di Kelurahan Muarareja, Tegalsari, Kraton, Panggung, dan Mintaragen.

Sementara untuk yang berjenis produk roti dan kue di Kecamatan Tegal Barat dan Tegal Selatan. Kedua, industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional berjenis obat tradisional di Kelurahan Mintaragen, Kejambon, dan Magkukusuman. Ketiga, industri tekstil berjenis pertenunan di Kelurahan Pekauman dan Slerok.

Keempat, industri alat angkutan berjenis kapal dan perahu di Kelurahan Tegalsari dan Mintaragen. Kelima, industri furnitur berjenis dari kayu di Kelurahan Debong Tengah, Debong Kulon, Margadana, Kejambon, dan Slerok. Keenam, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki di Kelurahan Pekauman, Tegalsari, Kraton, Debong Tengah, dan Tunon.

Ketujuh, industri barang logam bukan mesin dan peralatannya berjenis barang logam dan jasa pembuatan barang logam di Kelurahan Mangkukusuman, Kejambon, Debong Tengah, dan Panggung. Kedelapan, industri mesin dan perlengkapan berjenis komponen suku cadang mesin dan turbin di Kelurahan Mangkukusuman, Kejambon, Debong Tengah, dan Panggung.

Kesembilan, industri pengolahan berjenis alat musik bukan tradisional di Kelurahan Kraton dan Randugunting, serta berjenis alat olahraga di Kelurahan Mintaragen dan Margadana. “Industri prioritas ini akan dimaksimalkan agar memiliki daya saing bukan hanya di kota, melainkan juga daerah lain,” kata Ketua Pansus XVI Rachmat Rahardjo.

Rachmat mengatakan, Raperda ini juga memperhatikan Raperda Perubahan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal 2011-2031 yang sedang dibahas Pansus XV. Hal ini akan dikonsultasikan Pansus XVI ke Kementerian Perindustrian dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kami berharap, Raperda ini nantinya bisa dijadikan Perda untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor industri,” ungkap Rachmat. (nam/ela/zul)

Support by: Polda Jateng Cyber Team

Site Footer