Tekan PGOT di Kabupaten Klaten, Polres Klaten dan Dinsos P3AKB Kab. Klaten laksanakan Workshop Penanggulangan PGOT

Polres Klaten – Polres Klaten menggelar Penanggulangan Pengemis Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) di aula makam Ratna Bantala Kabupaten Klaten, mulai pukul 09.00 WIB, Kamis (11/10/2017). Kegiatan ini bertujuan memberikan bentuk kehadiran Negara dalam memberikan pelayanan dan penanggulangan PGOT agar tidak menjadi masalah di Kabupaten Klaten.

Workshop yang dihadiri 90 Peserta ini melibatkan SKPD Kab. Klaten yaitu Satpol PP , Dinsos P3AKB, Rs. Soeradji Tirtonegoro, RS. Bagas Waras, RS. Soedjarwadi Prov Jateng, Kanit Binmas Polsek jajaran Polres Klaten, TKSK, Pengurus Rumah Singgah dan dari BPJS Kab. Klaten.

Acara tersebut menekankan bahwa masalah PMKS (penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang samapi saat ini menjadi masalah Krusial di Kabupaten Klaten maupun di kabupaten Lain. “Saya yakin, masalah PGOT ini tidak hanya di Kabupaten Klaten, namun di semua Kabupaten Klaten juga memiliki masalah yang sama. Ini tugas kita Bersama, dari Kepolisian dan Satpol PP Kab. Klaten sudah sangat aktif dalam merazia PGOT ini, namun kami juga terkendala dalam pembinaannya, mereka (PGOT-Red) selalu kabur ketika kita ikutkan pelatihan” ujar Ibu Dewi, Kasie Dinsos P3AKB Kab. Klaten saat menjadi pemateri di Workshop tersebut.

Dari Kepolisian, Kasat Binmas Polres Klaten AKP Nurwadu, memaparkan Kondisi PGOT Kab. Klaten, sebenarnya Polri dan SKPD sudah maksimal dalam penanggulangan namun, PGOT tersebut tidak hanya dari Klaten, namun juga dari Luar Klaten.

“Dari Kepolisian yang paling sering adalah orang Kehabisan Bekal / terlantar. Disini kami menemui masalah yaitu seringnya kehabisan bekal ini dijadikan modus penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab” ungkap mantan Kapolsek Kemalang tersebut. Menurutnya, pihaknya selalu selektif dalam menerima orang terlantar.

Untuk PGOT sendiri, Polres Klaten selama bulan juli – Agustus kemarin, melaksanakan Operasi Kepolisian dengan Sandi “Ops Bina Kusuma Candi 2018”, dengan sasaran Premanisme termasuk PGOT tersebut.”Dari 30 hari pelaksanaan, kami banyak merazia anak-anak jalanan dan kami serahkan ke Dinsos untuk diberikan pelatihan. “ Ujar Kasat Binmas Polres Klaten AKP H. Nurwadi, S.H., M.Si mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum saat memberikan materi saat workshop.

 

 

solopos.com

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer