Rp30 Miliar Disiapkan di APBD Solo 2019 untuk Pasar Klewer Timur

Polresta Surakarta Cyber News— Pemkot dan DPRD Kota Solo menyepakati alokasi anggaran senilai Rp30 miliar dalam APBD 2019 untuk revitalisasi Pasar Klewer sisi timur.

Kesepakatan itu tercapai dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Solo membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2019 di Ruang Banggar DPRD Solo, Selasa (2/10/2018) malam.

Usulan penganggaran pembangunan Pasar Klewer sisi timur tersebut kali pertama disampaikan anggota Banggar DPRD Solo yang juga Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto.

Ia menyatakan anggaran harus dialokasikan untuk mengantisipasi kegagalan proyek yang digadang-gadang bakal dilaksanakan pemerintah pusat.

Ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (3/10/2018) siang, Honda mengatakan Rp30 miliar tersebut wajib dialokasikan karena tidak adanya kepastian perihal proyek Pasar Klewer sisi timur dari pemerintah pusat.

Namun, jika kelak anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) cair, anggaran Rp30 miliar tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lain dalam APBD Perubahan 2019.

“Kami akan menunggu sampai akhir Januari 2019. Kalau sampai Januari tak ada dari Kementerian PUPR, dana APBD akan dicairkan untuk pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Kalau ada perkembangan, dana APBD bisa dialokasikan ke hal lain,” ujarnya.

Terkait hal itu, Honda meminta pedagang tak perlu cemas. Mereka sudah mendapat kepastian pembangunan Pasar Klewer sisi timur.

Ditanya soal besarnya alokasi APBD yang lebih kecil dibanding pengajuan ke Kementerian PUPR atau Rp58 miliar, Honda mengatakan sudah menyampaikan ke Disdag Solo agar mempersiapkan rencana A dan rencana B.

“Kalau pakai APBD, mungkin hanya akan dibuat satu basement, bukan dua basement. Kalau dana dari KemenPUPR, tak masalah dibuat double basement,” terang politikus PDIP tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan terkatung-katungnya pedagang Pasar Klewer sisi timur menjadi keprihatinan bersama. Anggota Banggar DPRD Solo tersebut menilai penggarapan proyek oleh Kementerian PUPR baru sebatas wacana.

“Karena baru wacana dan kami sudah prihatin dengan nasib pedagang, jadi dianggarkan dalam APBD 2019,” terang politikus PKS tersebut saat ditemui Solopos.com, Rabu.

Anggota Banggar DPRD lainnya, Abdullah A.A., mengatakan hingga kini Disdag Solo belum mendapatkan kepastian hitam di atas putih terkait anggaran dari Kementerian PUPR. Menurutnya, meski sudah ada pembicaraan lebih lanjut antara Pemkot Solo dengan pemerintah pusat, tetapi masih ada kemungkinan dana tak akan cair.

“Kami masukkan APBD dulu. Nanti kalau dari pusat batal dan kami tak menganggarkan, nanti malah repot dan konsekuensinya pembangunan pasar akan tertunda lagi,” ujar politikus Partai Hanura itu

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer